Kumpulan Makalah Keperawatan

Jumat, 02 April 2010

CROHN’S DISEASE



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................. ............................... 
DAFTAR ISI ............................................................................................. 

BAB I. DASAR TEORI ...........................................................................  
1.1  Pengertian crohn disease.......................................................................
1.2  Penatalaksanaan crohn disease.............................................................

BAB II ASUHAN KEPERAWATAN ....................................................  
2.1 Pengkajian ............................................................................................  
2.2 Intervensi .............................................................................................  

BAB III. PENUTUP .................................................................................  
3.1 Kesimpulan ..........................................................................................  

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................  



BAB I
DASAR TEORI

Pengertian
Crohn’s disease merupakan bagian dari Inflammatory bowel disease. Inflammatory bowel disease (IBD) adalah sejenis penyakit idiopatik, disebabkan oleh imunasi badan terhadap usus sendiri.Inflamasi ini adalah kronic dan dihasilkan daripada ketidaksesuaian dan keaktifan imunasi mucosa yang berpanjangan disebabkan oleh kehadiran flora lumen yang biasa.
Penyakit Crohn: (Crohn's disease) merupakan kelainan peradangan menahun yang berbentuk granulomatosa. Klaim dapat diajukan apabila memenuhi kedua kriteria di bawah ini sekaligus :
a.       penyakit Crohn yang diderita sudah menimbulkan pembentukan fistula (hubungan antara saluran cerna dengan rongga perut), atau penyumbatan intestinal (saluran cerna), atau perforasi (pembentukan lubang) intestinal
b.      Terdapat laporan histopatologik (irisan jaringan yang diperiksa secara mikroskopik) yang mengkonfirmasikan adanya penyakit Crohn.
Crohn's Disease Kebanyakkannya berlaku di Eropa Barat dan Amerika Serikat dan tidak biasa dijumpai di Asia dan Amerika Selatan dengan mayoritasnya orang putih dan keberangkalian tertinggi adalah orang Jewish. Kedua-dua lelaki dan perempuan mempunyai peluang untuk mendapat penyakit ini dengan mayoritas berlaku pada kalangan orang muda. Ia berlaku dalam satu keluarga disebabkan oleh perkongsian persekitaran tempat tinggal.
Tanda-tanda Crohn's Disease
a.       Demam
b.      Cirit-birit
c.       Sakit pada bahagian kanan bawah perut sama dengan appendicitis
d.      Anemia
e.       Berat badan berkurangan
f.       Mass yang besar di bagian abdomen.

Etiologi dan Patogenensis
Faktor-faktor yang menyebabkan berlakunya penyakit Crohn's Disease adalah tidak jelas. Kedua-duanya dipercayai disebabkan oleh autoimmune antibodi terhadap intestinal epithelial sel sendiri.

Dianostik
Crohn’s disease ditentukan berdasarkan:
a.       Berdasarkan combinasi pertemuan dalam aspek klinikal, radiografic, dan patologik.
b.      Pada fase aktif : ESR( erythrocyte sedimentation rate ) dan pengiraan bilangan sel darah putih meningkat.
c.       Mendapatkan mucosal biopsi dan diperhatikan bawah microscop
d.      Kewujudan crypt atrophy, distorsi seni bina crypt, perningkatan bilangan lymphocyte dan plasma sel di dalam lamina propria.
Alat diagnostic paling menentuksn untuk enteristik regional adalah pemeriksaan barium dari saluran gastrointentinal atas yang menunjukan “tanda garis” klasik pada sinar-X dari ilium terminalis, menunjukan kontriksi usus. Enema barium juga dapat menunjukan adanya ulserasi dan “cobblestone” serta adanya fisura dan fistula. Pemindaian CT dapat menunjukan adanya penebalan dinding usus dan fistula saluran.
            Pemerikasaan protoksigmoidoskopi dilakukan di awal, untuk menentukan apakah area regtosigmoid terinflamasi. Pemeriksaan feses juga dilakukan dan mungkin positif untuk darah samar dan stearotea (kelebihan lemak dalam feses)
            Hitung darah lengkap dilakukan untuk mengkaji hematokrit dan kadar nemoglobin (yang biasa menurun) serta hitung sel darah putih (yang mungkin meningkat). Laju sedimentasi biasanya akan meningkat. Kadar albumin dan protein mungkin menurun, menunjukan mal nutrisi.

Prognosis
Pesakit IBD (Crohn’s disease) mempunyai risiko yang tinggi untuk mendapat colorectal cancer tetapi biasanya ia boleh ditangkap lebih awal sebelum berlakunya melalui surveillance bagi colon dengan colonscopy.Maka, pesakit biasanya akan hidup lama,bermaksud prognosisnya bagus.

PENATALAKSANAAN
Tindakan medis untuk Cohrn dituuan untuk mengurangi inflamasi, menekan respon imun dan mengistirahatkan usus yang sakit, sehingga penyembuhan dapat terjadi.
            Masukan diet dan cairan. Cairan oral, diet rendah residu tinggi protein tinngi kalori, dan terapi sulemen vitamin dan pengganti besi diberikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Ketidak seimbangan cairan dan elektrolit yang dihubungkan dengan dehidrasi akibat diare diatasi dengan terapi intravenasesuai kebutuhan. Adanyamakanan yang mengeksaserbasi diare harus dihindari. Susu dapat menimbulkan diare pada individu yang intoleran pada lactose. Selain itu, makanan dingin dan merokok juga harus dihindari, karena keduanya dapat meningkatkan motilitas usus. Nutrisi parenteral total dapat diberikan.
            Terapi obat. Obat-obatan sedative dan anti diare/anti peristaltic digunakan untuk mengurangi peristaltic sampai minimum untuk mengistirahatkan usus yang terinflamasi. Terapi ini dilanjutkan sampai frekuensu defeksi dan konstitensi feses pasien mendekati normal. Sulfonamide seperti sulfasalazin (azulfidine) atau sulfisoxazol (gantrisin) biasanya efektif untuk menangani inflamasi ringan atau sedang. Antibiotic digunakan untuk infeksi sekunder, terutama untuk komplikasi purulen seperti abses, perforasi, dan peritonitis. Azulfidin membantu dalam mencegah kekambuhan.
            Aminosalisilate topical dan oral terbaru (misal: mesalamin,[asacol], olsalazin [dipentum] telah terbukti sangat efektif dalam pengobatan. Preparat imunosupresif juga digunakan; preparat ini membantu untuk mencegah kekambuhan dan memungkinkan pasien untuk menerima kortikosteroid dosis rendah dan untuk periode waktu lebih pendek.
            Psikoterapi.ditunjukan untuk menentukan factor yang menyebabkan stress pada pasien, kemampuan menghadapi faktor-faktor ini, dam upaya untuk mengatasi konflik sehingga mereka dapat berkabung karena kondisi mereka.

            Komplikasi. Komplikasi Cohrn mencakup obstruksi usus atau pembentukan striktur, penyakit perianal, ketidak seimbangan cairan dan elektrolit, dan pembentukan fistula serta abses. Fistula adalh hubungan abnormal antara 2 struktur tibuh, baik internal (antara 2 struktur) atau eksternal (antara struktur internal dan permukaan luas dari tubuh. Jenis fistula usus halus yang paling umum yang diakibatkan oleh anteristis
Selain disebut diatas ada beberapa komplikasi lain, yaitu :
a.       Halangan pada laluan usus
b.      Pembentukan fistula di antara usus dengan organ bersebelahan
c.       Kegagalan meresap nutrient dari usus
d.      Infeksi persaluran air kencing
e.       Najis dibuang melalui virginal
f.       Kegagalan meresap vit B12
g.      Megaloblastic anemia
h.      Kegagalan meresap lemak
i.        Arthiritis
j.        Uveitis
k.      Kanser colon ( lebih kurang keberangkalian dibandingkan dengan Ulcerative Colitis )



BAB II

ASUHAN KEPERAWATAN Tn. H
DENGAN MASALAH CHORN DISEASE DI BANGSAL …

A.    PENGKAJIAN
Tanggal pengkajian           : ………..
Jam                                  : ………..
Dx                                   : ………..

1.      BIODATA
a.       IDENTITAS KLIEN
Nama                     : Tn. H
Umur                     
Jenis Kelamin        
Agama               
Alamat               
Suku Bangsa        
Pekerjaan             
Pendidikan           

b.      PENENGGUNG JAWAB
Nama                 
Umur                   
Jenis Kelamin   
Agama                
Alamat               
Suku Bangsa        
Pekerjaan             
Pendidikan          
Hubungan dengan pasien  

2.      RIWAYAT KEPERAWATAN
a.       Keluhan Utama :
Terdapat nyeri pada abdomen
b.      Riwayat penyakit sekarang :
Mual, demam, anemia, berat badan berkurang.
c.       Riwayat kesehatan Dahulu :
Pasien sebelumnya tidak pernah mengidap penyakit yang berhubungan dengan pencernaan
d.      Riwayat Kesehatan Lingkungan :
Pasien mengatakan dilingkungan tempat tinggalnya bersih
3.      POLA FUNGSI KESEHATAN
a.       Pola persepsi kesehatan
Apabila pasien sakit biasanya menceritakan kepada istrinya dan pasien biasanya berobat kepuskesmas
b.      Pola aktifitas latihan
AKTIFITAS
0
1
2
3
4
Mandi





Berpakaian





Eliminasi





Mobilitas ditempat tidur





Pindah





Ambulansi





Makan
.





0 = mandiri
1 = menggunakan alat bantu
2 = dibantu orang lain
3 = menggunakan alat & dibantu orang lain
4 = tergantung total

c.       Pola istirahat tidur
Pasien tidak dapat tidur dengan nyenyak karena terkadang terdapat nyeri pada abdomen
d.      Pola nutrisi metabolic
Mengalami penurunan intake nutrisi
e.       Pola eliminasi
Mengalami eliminasi usus tidak normal
f.       Pola koknitif perceptual
Saat pengkajian pesien dalam keadaan sadar, dapat bicara dengan jelas dan lancer, pendengaran masih bagus, wajah tampak ekspresi datar
g.      Pola konsep diri
Pasien terlihat cemas atas penyakit yang dideritanya
h.      Pola koping
Bila pasien mempunyai masalah, pertama kali pasien menceritakan pada istri
i.        Pola seksual reproduksi
Pola seksual tidak terganggu
j.        Pola peran hubungan
Pasien memiliki hubungan yang baik dengan keluarga maupun dengan masyarakat
k.      Pola nilai kepercayaan
Pasien beragama islam, pasien taat menjalankan sholat 5 waktu



4.      PEMERIKSAAN FISIK
a.       Tanda-tanda vital
-          TD       : normal
-          Nadi    : normal
-          Suhu    : normal
-          RR       : normal
b.      Keadaan umum
Kesadaran  pasien komposmentis, penampilan pasien tampak bersih
c.       Kepala
·         Inspeksi : bentuk muka simetris, kulit kepala bersih, tidak ada lesi, rambut warna hitam,rambut kuat
·         Palpasi : kulit kepala tidak ada massa
d.      Mata
Bentuk bola mat normal, kelopak mata normal, konjungtiva normal, sclera putih, kornea bening, pupil isokor
e.       Telinga
·         Inspeksi : daun telinga simetris, tidak ada serumen, membrane timpani utuh
·         Palpasi : kartilago elastic, tidak ada nyeri tekan
f.       Hidung
·         Inspeksi : bagian luar dan dalam hidung simetris, tidak ada perdarahan
·         Palpasi : tidak ada nyeri tekan
g.      Mulut
·         Inspeksi : gigi tampak bersih, mulut agak berbau
·         Palpasi : tidak ada nyeri tekan
h.      Leher
·         Inspeksi : bentuk leher simetris
·         Palpasi : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid

i.        Abdomen
·         Inspeksi : kontur permukaan rata, bentuk simetris
·         Palpasi : terdapat nyeri tekan
·         Auskultasi : peristaltic usus >35x/meniit

B.     DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Data focus
Data obyektif :
-          Pasien sering memegangi perutnya
-          Tubuh pasien tampak kurus
-          Mual
-          Pasien tidak banyak bergerak
-          Bibir pasien terlihat kering
-          Pasien terlihat lemah dan letih
-          Posisi untuk mengurangi nyeri


2.      Analisa data
No
Symptom
Problem
Etiologi
1
Do :
-          pasien sering memegangi perut
-          Posisi untuk mengurangi nyeri
Nyeri akut
Peningkatan peristaltic dan inflamiasi
2
Do :
-          Pasien tampak lemas
-          Bibir pasien telihat kering
Diare
Proses inflamasi
3
Do :
-          Tubuh pasien tmpak kurus
-          mual
Kurang dari keb.tubuh
Pembatasan diet, mual, dan mal absorbsi
4
Do :
-          Pasien tidak banyak bergerak
-          Pasien tampak lemah dan letih
Intoleransi aktivitas
keletihan
5
Do :
-          Bibir pasien tampak kering
-          Pasien tampak lemas

Kurang volume cairan&elektrolit
Anoreksia, mual dan diare



DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PRIORITAS MASALAH
1.      Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan peristaltic dan  proses inflamasi ditandai dengan pasien sering memegang perut, posisi untuk mengurangi nyeri
2.      Diare berhubungan dengan proses inflamasi ditandai dengan pasien tampak lemas
3.      Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh ditandai dengan pembatasan diet, mual, dan malabsorbsi
4.      Intoleransi aktivitas berhubungan dengan keletihan ditandai dengan pasien tidak banyak bergerak, pasien tamppak lemah dan letih
5.      Kurang volume cairan dan elektroli berhubungan dengan anoreksia, mual dan diare


C.    PERENCANAAN
WAKTU
NO
DX
TUJUAN
INTERVENSI
TGL
JAM
8 mar 08
08.00
1
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ….x24 jam skala nyeri dapat berkurang/hilang, dengan criteria hasil:
Pain level
·      210201 melaporkan nyeri
·      210203
frekwensi nyeri
·      210206
ekspresi masase muka nyeri
·      210207
mengatur posisi badan

Pain control
·     160501
 mengenali faktor penyebab
·     160502
 mengenali serangan nyeri

Pain management
·        melaksanakan suatu assement yang menyeluruh nyeri untuk meliputi karakteristik penempatan, serangan, frekwensi, intensitas
·        monitor pasien dengan manajemen nyeri pada interval yang ditentukan

·        gunakan komunikasi theraupetic kepada pasien tentang pengalaman nyeri
patient controlled analgesia (pca) assistance
·        ekerja sama dengan dokter, pasien dan anggota keluarga di dalam memilih jenis antipiretik untuk digunakan

8 mar 08
12.00
2
Setelah dilakukan tindakan  ...x 24 jam gangguan eliminasi dapat diatasi, dengan kriteria hasil:
Bowel elimination
·     050101
Tidak mengalami diare
·     050102
pergerakan usus
·     0501010 tidak ada kontipasi
·     0501017
Bunyi usus

hydration
·     060201
 hidrasi kulit
·     060202
Mukosa lembab

diarrhea management
·         Monitor tanda dan gejala diare

·        instruksikan pasien, anggota keluarga untuk merekam warna, volume, frekwensi dan konsistensi bangku

·         mengamati tugor kulit

·         evaluasi masukan nutrisi
·         menganalisa diare
·         menimbang berat badan
·         menghindari obat pencuci perut
·        ajari pasien untuk menurunkan stres

9 mar 08
08.00
3
Setelah dilakukan perawatan selama ...x24 jam kurangnya nutrisi dapat diatasi, dengan kriteria hasil :
Nutrien status
·         100401
masukan nutrisi
·         100402
makanan dan masukan cairan



Eating disorders management
·      Monitor masuk dan keluar cairan

·      Monitor masukan cairan sehari-hari yang berhubungan dengan panas



nutrient management
·        Pastikan makanan kesukaan pasien

·         Memilih makanan

·         Monitor asupan nutrisi
·         Mengatur waktu pasien
·         Member pengganti gula

9 mar 08
12.00
4
Setelah dilakukan perawatan selama ...x14 jam pasien tampak segar, dengan kriteria hasil :
Activity tolerance
·         000513
Melaporkan aktivitas sehari- hari
·         000512
kekuatan


Energy conservation
·         000201
Seimbangkan aktivitas dengan sisa tenaga
·         000204
teknik penggunaan energi


activity therapy
·         Tentukan dan tingkat frekuensi aktivitas pasien

·         Bantu pasien untuk mengidentifikasi memilih aktivitas


energy management
·         Masukan nutrisi yang cukup

·         Jadwal istirahat pasien
·         Batasi aktivitas  pasien yang berlebih
·         Menganjurkan istirahat sebentar waktu siang hari
·         Mengatur rencana periode aktivitas pasien menurut energi

10 mar 08
08.00
5
Selama dilakukan perawatan ....x24 jam pasien tercukupi kebutuhan cairan dengan kriteria hasil :
Fluid balance
·         060116
hidrasi kulit
·         060117
mukosa lembab

Nutrient status
·         100402
makanan dan masukan cairan

electrolyt management
·         Monitor cairan
·         Monitor elektrolit yang tersedia
·         Gunakan IV

fluid management
·         Catat masukan dan keluaran cairan
·         Monitor hidrasi
·         Menimbang setiap hari dan monitor gejala
·         Monitor status nutrisi
·         Memberikan cairan yang tepat monitor tanda-tanda vital
·         Monitor respon pasien untuk menulis resep terapi elektrolit
fluid monitoring
·         Monitor mukosa, turgor dan hidrasi
·         Atur cairan yang sesuai
·         Tentukan laju IV
·         Momitor berat badan
·         Menagtur kecepatan aliran intravena
·         Monitor alat jalan masuk vena




BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Crohn’s disease merupakan bagian dari Inflammatory bowel disease. Inflammatory bowel disease (IBD) adalah sejenis penyakit idiopatik, disebabkan oleh imunasi badan terhadap usus sendiri.Inflamasi ini adalah kronic dan dihasilkan daripada ketidaksesuaian dan keaktifan imunasi mucosa yang berpanjangan disebabkan oleh kehadiran flora lumen yang biasa.
Crohn's Disease ditandai dengan Demam, Cirit-birit, Sakit pada bahagian kanan bawah perut sama dengan appendicitis, Anemia Berat badan berkurangan, Mass yang besar di bagian abdomen.



DAFTAR PUSTAKA
                                                                                
  • Johnson,Marion dan Maridean mass.2004.Nursing Outcome Clasification.USA.Mosby year book
  • Mc Loskey,Joanne C dan Gloria M.Bulechec.2004.Nursing Intervention Clasification.USA.Mosby year book
  • Meteor.2008. Asuransi PT prudential.www.meteorincome.com/asuransiprudential.php – 88k. 19 februari 2008
  • Santoso, Budi.2006.Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda. Prima Medikal. Jakarta
  • Smeljer, Susani C.2001.Keperawatan Medikal Bedah ;Jakarta.EGC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar